A. Scratch vs Blockly (Versi Singkat)
Scratch punya stage, backdrop, dan sprite yang bisa digerakkan atau dibuat berbicara lewat blok perintah. Scratch bekerja dengan event, jadi program berjalan saat ada pemicu. Blok-bloknya mirip dengan Blockly.
Link:
- Scratch: scratch.mit.edu
- Blockly: developers.google.com/blockly
Blockly lebih sedikit blok dan lebih prosedural, sedangkan Scratch lebih lengkap, interaktif, dan berbasis event. Proyek Blockly bisa mirip Scratch, tapi biasanya lebih lama membuatnya. Scratch 3.0 juga dikembangkan dari Blockly.
B. Literasi Numerik (Versi Singkat)
Dalam pemrograman, kemampuan berhitung dan logika itu penting. Literasi numerik membantu siswa memakai operasi matematika seperti rata-rata, ganjil/genap, atau bilangan prima. Ini juga melatih cara berpikir logis supaya program lebih efisien.
C. Modularisasi Progam
Rumah atau bangunan tersebut disusun dari beberapa balok dengan bentuk yang berbeda beda, dan beberapa balok yang sama akan dipakai ulang. Setiap balok disebut modul, dan balok yang sama dapat dipakai ulang walau kodenya hanya ditulis satu kali, seperti saat kalian mengacu lampiran atau rujukan yang hanya ditulis satu kali dalam sebuah teks.
Sampai tahap ini, kalian sudah memiliki sebuah modul kosong dengan nama [ do something ].
kalian tentu sudah mengenal persamaan kuadrat, Salah satu contohnya ialah persamaan berikut :
Nilai
f(x) pada persamaan 1 ditentukan oleh empat buah variabel, yaitu a,b,c, dan x. Mari buat sebuah modul progam untuk menghitung
f(x).Input : 4 buah variabel, yaitu variabel a,b,c, dan x
Output : Tampilan nilai f(x) pada layar.

D. Modularisasi Progam (2)
Percakapan Ibu dan Andi menjadi analogi untuk memahami procedure dan function. Saat membuat modul lewat menu function di Blockly, kalian dapat memilih dua jenis balok.
E. Literasi Sains
Banyak hal di dunia ini yang terus bertumbuh menjadi besar dan lebih banyak, tidak terkecuali makhluk hidup ataupun organisme yang ada ini dialami dunia pada saat terjadi pandemi covid-19. Semakin banyak jumlah kasus pasien yang terjangkit covid 19 sebagai contoh, dari data World meeter (2021) seperti dalam gambar 7.8 Walaupun peningkatan untuk kasus covid-19 ini dipengaruhi oleh banyak faktor utama tetapi modal peningkatan ini dapat berlaku umum untuk pertumbuhan organisme.
F. Konverter Sistem Bilangan
Sistem bilangan umum: desimal (basis 10, 0–9), biner (2), basis 3, oktal (8), dan heksadesimal (16, 0–9 & A–F). Satu angka bisa berbeda makna di tiap sistem, misal 10100.
Di desimal, tiap digit dikali 10ⁿ dari kanan. Di biner, tiap digit dikali 2ⁿ dari kanan. Contoh: biner 10100.
Dalam desimal, biner 10100 = 20.
Konversi diperlukan karena manusia pakai desimal, komputer pakai biner, agar data bisa dimengerti.
a. Konversi Sistem Bilangan Biner dan Oktal ke
Konversi biner ke desimal dilakukan dengan mengalikan tiap digit biner dengan 2ⁿ, di mana n adalah posisi digit dari kanan, dimulai dari 0.
b. Konversi Sistem Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Biner dan Oktal Konversi desimal ke biner dilakukan dengan membagi bilangan desimal berulang kali dengan 2 dan mencatat sisa bagi setiap pembagian. Sisa-sisa tersebut disusun dari belakang ke depan.
Contoh: 20 desimal menjadi biner 10100.
c. Konversi heksadesimal ke desimal dilakukan seperti pada biner dan oktal: setiap digit heksadesimal dikalikan dengan 16ⁿ, dengan n adalah posisi digit dari kanan dimulai dari 0.
d. Konversi Bilangan Desimal ke Heksadesimal
Untuk mengubah desimal ke heksadesimal, bilangan dibagi berulang dengan 16, lalu sisa pembagian dicatat. Setiap sisa baru ditulis di depan sisa sebelumnya.
Contoh: bilangan desimal 5039 dikonversi menjadi heksadesimal 13AF.
G. Penambahan Parity Bit pada Sistem Bilangan Biner.
Jenis parity bit
1. parity Ganjil
Jika data direkam menggunakan parity ganjil, untuk setiap bilangan desimal yang dinyatakan dalam bilangan biner, banyaknya bit 1 dibuat ganjil. Untuk membuat banyaknya bit 1 ganjil:
a. Jika banyaknya bit 1 sudah ganjil, tambahkan bit 0 di akhir bilangan.
b. Jika banyaknya bit 1 adalah genap, tambahkan bit 1 di akhir bilangan.
Digit berwarna merah menandakan bit yang ditambahkan untuk membuat banyaknya 1 bit ganjil.
2. parity Genap
Jika data direkam menggunakan parity genap, untuk setiap bilangan desimal yang dinyatakan dalam bilangan biner, banyaknya bit 1 dibuat genap. Untuk membuat banyaknya bit 1 genap :
a. Jika banyaknya bit 1 sudah genap, tambahkan bit 0 di akhir bilangan.
b. Jika banyaknya bit 1 adalah ganjil, tambahkan bit 1 di akhir bilangan.
H. Wrap Up Konverter Bilangan
Buat program konversi antar sistem bilangan (biner, oktal, desimal) dengan menggabungkan function dari subbab F dan G. Program terdiri dari 4 function:
1. BinerEvenToDecimal: biner genap ke desimal
2. OctalToDecimal: oktal ke desimal
3. DecimalToBinerEven: desimal ke biner genap
4. DecimalToOctal: desimal ke oktal
Tambahkan modul utama untuk menjalankan program beberapa function mungkin perlu disesuaikan.
J. Modul Tambahan - Pemrograman dengan Ozobot
Modul ini adalah modul tambahan apabila kalian memang memiliki robot Ozobot atau robot line follower (robot yang dapat mengikuti garis perintah) lainnya. Jika kalian memiliki Ozobot, modul ini siap dipakai untuk dijadikan panduan dalam eksplorasi.
Situs yang perlu dikunjungi adalah https://OzoBlockly.com/editor?lang=en&robot-bit&mode=2. Di dalam situs ini, disediakan aplikasi bernama OzoBlockly. OzoBlockly adalah aplikasi penyusun program yang memungkinkan kalian mengendalikan keseluruhan perilaku dari Ozobot.
Pastikan robot Ozobot sudah terkalibrasi dengan layar monitor komputer kalian.
Mirip dengan tampilan Scratch dan Blockly, seperti terlihat pada Gambar 7.11, bagian kiri pada OzoBlockly ini juga berisi fungsi/method yang dapat dipilih dan di drag and drop ke bagian tengah.
Komentar
Posting Komentar